Metode MPN ( Most Probable Number) atau APM (Angka Paling Mungkin)

Kaidah pemilihan tabung positif dan cara pelaporannya

Syarat umum yang dipakai dalam pemilihan tabung positif adalah
– Pilih pengenceran terendah yang tidak semua tabung menghasilkan tabung positif
– Pilih pengenceran tertinggi yang paling tidak memiliki satu tabung positif
– Pilih semua pengenceran diantaranya.
– Kalikan setiap seri tabung yang dipilih dengan pengenceran yang diambil.
Misalnya : dari inokulum 1, 0,1, 0,01, 0,001 dan 0,0001 menghasilkan kombinasi tabung positif 5-4-3-1-0 maka dipilih 5-4-3-1-0 bukan 5-4-3-1-0 atau 5-4-3-1-0 sehingga didapat nilai MPN 33/ml.

Namun tidak semua keadaan menggambarkan kondisi ideal seperti diatas. Untuk kasus semua seri tabung menghasilkan tabung positif dan tidak semua pengenceran menghasilkan tabung positif dapat dilihat pada contoh berikut

Contoh a) 5-5-1-0-0 dan b) 4-5-1-0-0 ; pilih pengenceran tertinggi yang menghasilkan seluruh tabung positif dan dua pengenceran berikutnya.
Contoh c) 5-4-4-1-0 ; jika pada tingkat pengenceran yang lebih tinggi masih menghasilkan tabung positif (103 menghasilkan 1 tabung positif) maka pada tingkat pengenceran tersebut tingkat pengenceran tertinggi yang dipilih.
Contoh d) 5-4-4-0-1 ; Jika pada tingkat pengenceran tertentu semua menghasilkan tabung negatif tetapi pengenceran selanjutnya masih terdapat tabung positif, maka yang dinyatakan tabung positif adalah tingkat pengenceran sebelumnya.
Contoh e) 5-5-5-5-2 ; Jika pada tingkat pengenceran tertinggi masih terdapat tabung positif, maka pilih tingkat pengenceran sebelumnya.
Contoh f) 0-0-1-0-0 ; jika tingkat pengenceran tertentu menghasilkan tabung positif maka pilih dua tingkat pengenceran sebelumnya
Contoh g) 4-4-1-1-0 dipilih menjadi 4-4-2 ; jika pada pengenceran yang lebih tinggi masih menghasilkan tabung positif maka tambahkan tabung positif tersebut ke tingkat pengenceran sebelumnya.
Catatan : pada contoh e hasil untuk 5-5-2 dengan inokulum 1,0, 0,01 dan 0,001 ml adalah 540 tetapi karena diambil pengenceran dari (inokulum) 0,01, 0,001 dan 0,0001 maka nilai harus dikalikan 10. Begitu pula sebaliknya untuk contoh g yang diambil dari pengenceran (inokulum) 1, 0,1 dan 0,01 maka nilai 47 harus dibagi 10.

Menghitung angka MPN tanpa tabel

Nilai MPN ternyata dapat dicari dengan rumus berikut (Thomas formula) :

Contoh 1 :
Untuk hasil (10/10, 10/10, 4/10, 2/10, 0/10) jika digunakan tabel maka dipilih (10/10, 10/10, 4/10, 2/10, 0/10) yaitu kombinasi 10-4-2 = 70/g tetapi dalam perhitungan hanya gunakan (10/10, 10/10, 4/10, 2/10, 0/10).

Contoh 2 :
Untuk hasil (5/5, 3/5, 1/5, 0/5) pemilihan dipilih (5/5, 3/5, 1/5, 0/5) yaitu kombinasi 5-3-1 = 110/ml tetapi dalam perhitungan hanya gunakan (5/5, 3/5, 1/5, 0/5)
Dengan cara yang sama maka MPN/g
= 4/(0,024×0,055)1/2
= 4/0,0363
= 110/ml , (sama dengan hasil yang didapatkan dari tabel)

Jumlah seri tabung dan pengenceran yang disarankan

Menurut USDA dan FSIS untuk mengantisipasi jika jumlah mikroorganisme dalam sampel >10 CFU/g atau ml maka disarankan menanam sampel 10 ml pada 3 seri tabung, 1 ml pada 3 seri tabung lalu selanjutnya dilakukan pengenceran sampai 104 dan tiap pengenceran ditanam 1 ml pada 3 seri tabung seperti skema di bawah ini.

tabel MPN untuk 3 seri dan 5 seri tabung (tekan disini)
tabel MPN untuk 10 seri tabung (tekan disini)

E. Indra Pradhika, 2011.

Diterjemahkan, diolah dan dikaji dari :

Blodgett, Robert. 2006. Appendix 2, Most Probable Number from Serial Dilution. BAM (Bacteriological Analytical Manual), Chapter 4. FDA (Food and Drug Administration).

Feng, Peter, S. D. Weagant, and M. A. Grant. 2002. Enumeration of Escherichia coli and the Coliform Bacteria. BAM (Bacteriological Analytical Manual), Chapter 4. FDA (Food and Drug Administration).

BSN, 2006. SNI 01-2332.1-2006, Cara Uji Mikrobiologi- Bagian 1 : Penentuan Coliform dan Escherichia coli pada Produk Perikanan, ICS.67.120.30. Badan Standardisasi Nasional.

USDA/FSIS. 2008. Most Probable Number Procedure and Tables. USDA (United States Departement of Agriculture) / FSIS (Food Safety and Inspection Service).

ANGKA LEMPENG TOTAL BAKTERI

Angka Lempeng Total

Percobaan Angka Lempeng Total (ALT)

Pada percobaan dilakukan penentuan angka cemaran mikroba atau Angka Lempeng Total (ALT) dari sampel air kloset toilet Inkom, Unjani. . Angka Lempeng total (ALT) adalah jumlah koloni yang tumbuh pada media dari pengencerah sampel. Hal ini dikarenakan dengan melakukan pengenceran, maka jumlah mikroba yang tersuspensi di dalam air steril menjadi lebih kecil. Hal ini terlihat dari jumlah mikroba yang teramati setelah pengenceran hingga keempat kalinya, bahwa umumnya semakin banyak pengenceran yang dilakukan maka jumlah mikroba yang terhitung semakin sedikit.
Perhitungan pada koloni hanya dihitung dengan jumlah koloni antara 25-250. Hal ini dikarenakan media agar dengan jumlah koloni tinggi ( > 300 koloni ) sulit untuk dihitung, sehingga kemungkinan besar kesalahan perhitungan sangat besar . sedangkan untuk jumlah koloni sedikit ( dari 250 koloni, hal ini disebabkan kemungkinan 2 faktor :
1. Pada sampel yang di uji kemungkinan banyak mengandung mikroba.
2. Pada proses pengerjaan kurang aseptis.
Perhitungan jumlah koloni bakteri yang tumbuh pada media dilakukan sesuai dengan cara perhitungan jumlah koloni bakteri x jumlah pengenceran yang dilakukan. Maka nilai ALT yang dipilih dari tingkat pengenceran tertinggi , untuk sampel yang di uji nilai ALTnya adalah
C-0 = tidak terhitung karena koloni belum dilakukan pengenceran.
C-1 = 3825 x 10¹ koloni/ml
C-2 = 2068 x 10² koloni/ml
C-3 = 1232 x 10³ koloni/ml.
C-4= 950 x 10 4 koloni/ml

B. Percobaan Angka Paling Mungkin (APM)/Most Probable Number (MPN)
Perhitungan koloni bakteri berdasarkan atas aktivitas bakteri tersebut dalam melakukan metabolisme. Metode ini disebut juga sebagai Angka Paling Muncul (APM) /Most Probable Number (MPN).
Prinsip utama metode ini adalah mengencerkan sampel sampai tingkat tertentu sehingga didapatkan konsentrasi mikroorganisme yang sesuai dan jika ditanam dalam tabung menghasilkan frekuensi pertumbuhan tabung positif.
Semakin besar jumlah sampel yang akan dimasukkan (semakin rendah pengenceran yang dilakukan ) maka semakin sering tabung positif yang muncul. Semakin kecil jumlah sampel yang dimasukkan (semakin tinggi pengenceran yang dilakukan ) maka semakin jarang tabung positif yang muncul. Jumlah sampel/pengenceran yang baik adalah yang menghasilkan tabung positif.
Semua tabung positif yang dihasilkan sangat tergantung dengan probabilitas sel yang terambil oleh pipet saat memasukkannya ke dalam media. Oleh karena itu homogenisasi sangat mempengaruhi metode ini. Frekuensi positif (ya) atau negatif (tidak) ini menggambarkan konsentrasi mikroorganisme pada sampel sebelum diencerkan.
Dari hasil percobaan APM/MPN yang didapat dengan pengenceran sampai 1/10.000 (4 kali pengenceran), semua tabung reaksi yang berisi tabung durham menghasilkan metabolit positif berupa gas karbon dioksida yang terperangkap dalam tabung Durham yang sengaja dimasukan dalam tabung reaksinya dengan posisi terbalik.
Semua tabung positif kemungkinan beberapa faktor :
1. Bakteri terdistribusi sempurna dalam sampel.
2. Media yang dipilih sesuai untuk pertumbuhan bakteri target dalam suhu dan waktu inkubasi tertentu sehingga minimal satu sel hidup mampu menghasilkan tabung positif selama masa inkubasi tersebut.
3. Menggambarkan bahwa bakteri itu hidup, tidak terluka. Sehingga mampu menghasilkan tabung positif.
Kemudian kami merujuk hasil tersebut pada tabel APM atau MPN sehingga populasi dapat diketahui dengan pendekatan tersebut. Hasil percobaan menunjukkan hasil sebagai berikut :
· 3 tabung (+) pada P-0 nilainya 3
· 3 tabung (+) pada P-1 nilainya 3
· 3 tabung (+) pada P-2 nilainya 3
· 3 tabung (+) pada P-3 nilainya 3
· 3 tabung (+) pada P-4 nilainya 3
Maka jumlah bakteri dilihat pada tabel APM’MPN, kombinasinya adalah 33333. Nilai APM(dari tabel) =24,0.
Jadi populasi ` = 24 x (1/pengenceran yang ditengah)
= 24 x 100
= 2400 AMP/ml

KESIMPULAN

Berdasarkan pada hasil praktikum yang telah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa :
· Pengujian penentuan hitungan cawan atau Angka limpeng total (ALT) dilakukan dengan metode penuangan.
· Berdasarkan hasil percobaan , perhitungan cawan pada pengenceran sampai 1 : 104 dengan sampel air kloset toilet inkom unjani sebanyak > 250 koloni.
· Berdasarkan percobaan ALT yang diperoleh adalah 3696×10² koloni/ml.
· Berdasarkan hasil percobaan, semua tabung menghasilkan positif metabolit berupa gas karbon dioksida yang terperangkap dalam tabung Durham.
· Berdasarkan pada pendekatan tabel APM/MPN menghasilkan kombinasi 33333 dengan jumlah populasi = 2400 AMP/ml